Mahakam - Media Harga Komoditas Samarinda
Mahakam - Media Harga Komoditas Samarinda

Sabtu, 16 Desember 2017

Mahakam - Daftar SMS MarketMahakam - Tabel HargatMahakam - Grafik KomoditasMahakam - Virtual Tour

Wakil Walikota Menyiiapkan Strategi Redam Inflasi Akhir Tahun

by Heriyanto


Posted on 03 November 2016


Wakil Walikota Menyiiapkan Strategi Redam Inflasi Akhir Tahun

Wakil Walikota Menyiiapkan Strategi Redam Inflasi Akhir Tahun

SAMARINDA – Jelang akhir tahun, masalah inflasi kerap mengancam perekonomian di Kota Tepian. Pemkot Samarinda mengungkapkan untuk mengendalikan inflasi, pungli terhadap kontainer dan penimbunan elpiji 3 kilogram harus ditindak tegas kepolisian.

Wakil Wali Kota Samarinda Nusyirwan Ismail mengatakan, untuk mengendalikan inflasi yang paling utama adalah menjaga kecukupan stok barang. Kata dia, pemkot kerap mengingatkan hal ini kepada distributor.

Kemudian, alur barang mulai dari kedatangan di pelabuhan, keluar kontainer sampai ke pergudangan hingga ke titik pengecer harus tanpa gangguan aksesibilitas. Nusyirwan dengan nada tegas mengatakan tak boleh ada pungli di alur barang ini. Ia mengungkapkan, adanya dugaan pungli di sekitar Palaran dengan menarik biaya Rp 20 ribu per kontainer. Wawali berharap kepolisian bisa menindak tegas. “Kalau ada lahan swasta di sana, pemkot siap diajak duduk bersama. Sebab, untuk memungut itu minimal harus ada perda. Perwali saja tidak bisa,” tegasnya.

Cara lain mengendalikan inflasi adalah dengan menjaga komunikasi dengan daerah asal barang misalnya Surabaya dan Makassar. Kata dia, jangan sampai ada isu kenaikan harga di kota lain yang menjangkit tanpa alasan tiba-tiba pedagang ikut saja menaikkan harga.

Suplai lokal juga diperbesar. Misalnya, produksi beras diperbesar dengan kualitas yang diminati masyarakat. Apalagi kata dia ada potensi pertanian di Makroman, Lempake, Tanah Merah, Muang Dalam, Palaran, dan Loa Janan Ilir. “Komoditas yang mudah terganggu adalah cabai dan bawang merah. Tapi, sudah jadi pembinaan TPID, Masalah berikutnya adalah penimbunan barang. Biasanya alasan momentum akhir tahun atau gelombang tinggi. Menurut dia, jika alasan dibuat-buat polisi mestinya bisa menindak. Penimbunan yang saat ini diwaspadai adalah pengetap elpiji 3 kilogram yang belum waktunya tapi sudah habis di masyarakat. “Kami harap intel kepolisian menyelidiki ini. Sebab, terkadang gas juga jadi pemicu inflasi, Kalau ada kenaikan harga yang mengkhawatirkan, Pemkot Samarinda bakal melakukan operasi pasar dengan menjual barang dengan harga murah di titik tertentu yang dikendalikan dengan bekerja sama dengan distributor atau Bulog. “Raskin juga kami jaga supaya tepat waktu dan sasaran,” imbuh beliau. (Humas Pemkot)

 


BERITA TERKINI
Menggunakan Jargas untuk Rumah Tangga menghemat 50% dibanding Tabung LPG

Menggunakan Jargas untuk Rumah Tangga menghemat 50% dibanding Tabung LPG

Jakarta, ESDM RI - Komitmen pemerintah dalam menyediakan energi yang . . .

Maret Deflasi, Pemerintah Jangan Santai

Maret Deflasi, Pemerintah Jangan Santai

JAKARTA KOMPAS.com - Bank Indonesia (BI) mengingatkan pemerintah untuk tetap bekerja menjaga . . .

Kelompok Makanan Sumbang Inflasi

Kelompok Makanan Sumbang Inflasi

SAMARINDA, Koran Kaltim - Sejumlah komoditas pokok di Provinsi Kalimantan . . .

HARGA TERTINGGI
HARGA TERENDAH
Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM Prov. Kalimantan TimurBMKGDinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Kal. TimurPemerintah Kota SamarindaBank IndonesiaBPS Kota Samarinda