Mahakam - Media Harga Komoditas Samarinda
Mahakam - Media Harga Komoditas Samarinda

Sabtu, 16 Desember 2017

Mahakam - Daftar SMS MarketMahakam - Tabel HargatMahakam - Grafik KomoditasMahakam - Virtual Tour

Tren Kenaikan Harga Bahan Pokok Jelang Lebaran, Pemerintah Tak Bisa Atur Pedagang

by Heriyanto


Posted on 01 Juli 2016


Tren Kenaikan Harga Bahan Pokok Jelang Lebaran, Pemerintah Tak Bisa Atur Pedagang

Tren Kenaikan Harga Bahan Pokok Jelang Lebaran, Pemerintah Tak Bisa Atur Pedagang

SAMARINDA, Lebaran begitu erat dengan aktivitas kenaikan harga bahan pokok. Hal tersebut belakangan begitu terasa di Samarinda. Beberapa kali pemerintah menggelar operasi pasar murah, maksudnya untuk menekan kelangkaan bahan pokok yang jadi biang kenaikan harga barang. Ke depannya, warga Kota Tepian tidak perlu khawatir, lantaran stok bahan pokok masih terkendali. Seperti beras, stoknya masih cukup untuk memenuhi kebutuhan warga hingga 6 bulan ke depan.

“Untuk ketersediaan bahan pokok di Samarinda aman hingga tiga bulan ke depan,” terang Kepala Seksi Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan  Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Samarinda Imelda Tonapa saat mengisi talk show STV Pagi garapan STV (televisi jaringan Kaltim Post Group), kemarin (30/6).

Dia menjelaskan, stok bahan pokok menjelang Idul Fitri semua aman. Meski begitu, kenaikan harga barang masih belum terelakkan. Jika permintaan barang naik, pedagang kerap memanfaatkan momen tersebut untuk menaikkan harga barang. “Maka dari itu, kami mengadakan beberapa kali operasi pasar dan berhasil menjual 1,3 ton gula dalam tempo 4 jam,” imbuh Imelda.

Menurutnya, Disperindag tidak bisa melarang pedagang yang menaikkan harga. Sementara ini, hanya sebatas imbauan agar pedagang bisa bijak menentukan harga. Hal itu dibenarkan Kasi Perdagangan Dalam Negeri, Disperindag Kota Samarinda Henny Kartika yang turut hadir dalam talk show. Stok di Samarinda bahkan berlebihan. Seperti daging yang angka kebutuhannya 1,8 juta ton, namun stok di Samarinda mencapai 2 juta ton. “Meskipun surplus, akibat perilaku pasar, harga daging saat ini di kisaran Rp 120 ribu hingga Rp 125 ribu,” ucap Henny. (Disperindag Samarinda)

 


BERITA TERKINI
Menggunakan Jargas untuk Rumah Tangga menghemat 50% dibanding Tabung LPG

Menggunakan Jargas untuk Rumah Tangga menghemat 50% dibanding Tabung LPG

Jakarta, ESDM RI - Komitmen pemerintah dalam menyediakan energi yang . . .

Maret Deflasi, Pemerintah Jangan Santai

Maret Deflasi, Pemerintah Jangan Santai

JAKARTA KOMPAS.com - Bank Indonesia (BI) mengingatkan pemerintah untuk tetap bekerja menjaga . . .

Kelompok Makanan Sumbang Inflasi

Kelompok Makanan Sumbang Inflasi

SAMARINDA, Koran Kaltim - Sejumlah komoditas pokok di Provinsi Kalimantan . . .

HARGA TERTINGGI
HARGA TERENDAH
Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM Prov. Kalimantan TimurBMKGDinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Kal. TimurPemerintah Kota SamarindaBank IndonesiaBPS Kota Samarinda