Mahakam - Media Harga Komoditas Samarinda
Mahakam - Media Harga Komoditas Samarinda

Jumat, 14 Desember 2018

Mahakam - Daftar SMS MarketMahakam - Tabel HargatMahakam - Grafik KomoditasMahakam - Virtual Tour

Potensi Perikanan Kaltim Menurun

by Heriyanto


Posted on 17 November 2014


Potensi Perikanan Kaltim Menurun

Potensi Perikanan Kaltim Menurun

SAMARINDA - Setelah ditinggal  lima daerah, yakni Nunukan, Malinau, Tana Tidung, Tarakan, dan Bulungan potensi perikanan di Kaltim menurun. Wajar saja, Tarakan, dan Nunukan menunjang 40 persen potensi perikanan Bumi Mulawarman. Baik itu perikanan budi daya dan tangkap. “Tapi produksi ikan budi daya Kaltim meningkat. Hanya potensinya saja yang berkurang,” ucap Kabid Perikanan Budidaya Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kaltim, Fitty Nasibu beberapa waktu lalu.


Walau demikian, Kaltim tentu berusaha agar daerah lain yang memiliki potensi serupa, bisa menutupi kekurangan produksi tersebut. “Salah satunya adalah dengan melakukan sosialisasi budi daya ikan baik,” ujarnya.


Tak bisa dimungkiri, budi daya ikan boleh merugikan. Pasalnya dalam prosesnya menggunakan bahan kimia yang bisa merusak kualitas air tawar. “Yang kami lakukan selama ini adalah memakai bahan kimia ramah lingkungan dan terdaftar di Direktorat Jenderal Perikanan Budi daya,” terang Fitty.


Karenanya, kata dia, tiap sosialisasi dengan para petani DKP Kaltim selalu mengimbau agar menggunakan bahan ramah lingkungan dan ilegal.


Dari 10 kabupaten/kota di Benua Etam sekarang, ada tujuh daerah potensial yang bisa menunjang perikanan Kaltim. “Ada Bontang, Balikpapan, Sangatta, Marangkayu (Kukar), Paser, dan Penajam Paser Utara,” sebutnya.


Bila dilihat dari potensi yang ada, Benua Etam memiliki luas laut 4.337 ha, dengan panjang 1.116,41 km yang membentang dari utara Kabupaten Berau dan selatan Kabupaten Paser. Potensi kelautan dan perikanan di Kaltim untuk perairan umum (sungai, danau, rawa) memiliki luas 2.235.770 ha, perairan payau seluas 200.000 ha, dan hutan mangrove dengan luas 300.000 ha. Sedangkan ekosistem laut Kaltim terdapat 470 spesies jenis karang, 8 spesies jenis padang lamun, 872 spesies ikan karang, dan 12 spesies ikan pelagis. “Kaltim berpotensi untuk mengimplementasikan rencana Jokowi,” ujarnya.


Menilik data yang ada, jumlah produksi perikanan budi daya pada 2011 berjumlah 232.648 ton, lantas meningkat sebanyak 17.508 ton pada 2012, menjadi 250.156 ton. “Intinya produksi tetap meningkat,” kata dia.


Artinya, lanjut dia, kendati beberapa daerah ikut dengan provinsi lain tak menjadi masalah. “Masih ada daerah lain yang bisa dikembangkan,” katanya.


Terpisah, Kabid Perikanan Tangkap DKP Kaltim, Bakri Rizal mengakui semenjak Tarakan dan Nunukan ikut dengan Kaltara, potensi perikanan tangkap menurun, sebab daerah tersebut menyumbang sebagian besar ikan di Kaltim. “Potensinya hilang 40 persen,” sebutnya.


Selain kehilangan, DKP Kaltim juga harus dihadapkan dengan proses penangkapan ikan oleh nelayan dengan menggunakan bom atau setrum. “Sering kejadian, apalagi Bontang,” paparnya. “Tentunya belum kedapatan akan ditindak tegas,” sambungnya.


Kata dia, untuk mendukung para nelayan yang ada di Kaltim DKP Kaltim membantu dengan memperbaiki alat tangkap para nelayan dan luas daerah penangkapan bertambah. “Biasanya di bawah 12 mil, sekarang lebih dari ketentuan tersebut. Tentu hasilnya melimpah,” tuturnya.


Agar tak kalah dengan nelayan luar negeri, para pencari ikan laut tersebut akan diberikan bimbingan teknologi. Artinya, nelayan sekarang tak perlu mencari ikan secara manual, dengan menggunakan titik koordinat dari alat serupa Global Positioning System (GPS) nelayan itu akan terbantu. “Namun belum sepenuhnya dilengkapi alat canggih, kulkas yang membuat ikan tetap segar belum terintegrasi di kapal nelayan,” akunya.


Dia berharap, DKP Kaltim akan terus membantu nelayan untuk meningkatkan produksi dengan kucuran dana APBD maupun APBN. “Kunjungan langsung juga dilakukan untuk mendengar keluhan para nelayan,” pungkasnya. (*/ypl/lhl/k14)


BERITA TERKINI
Menggunakan Jargas untuk Rumah Tangga menghemat 50% dibanding Tabung LPG

Menggunakan Jargas untuk Rumah Tangga menghemat 50% dibanding Tabung LPG

Jakarta, ESDM RI - Komitmen pemerintah dalam menyediakan energi yang . . .

Maret Deflasi, Pemerintah Jangan Santai

Maret Deflasi, Pemerintah Jangan Santai

JAKARTA KOMPAS.com - Bank Indonesia (BI) mengingatkan pemerintah untuk tetap bekerja menjaga . . .

Kelompok Makanan Sumbang Inflasi

Kelompok Makanan Sumbang Inflasi

SAMARINDA, Koran Kaltim - Sejumlah komoditas pokok di Provinsi Kalimantan . . .

HARGA TERTINGGI
HARGA TERENDAH
Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM Prov. Kalimantan TimurBMKGDinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Kal. TimurPemerintah Kota SamarindaBank IndonesiaBPS Kota Samarinda