Mahakam - Media Harga Komoditas Samarinda
Mahakam - Media Harga Komoditas Samarinda

Sabtu, 16 Desember 2017

Mahakam - Daftar SMS MarketMahakam - Tabel HargatMahakam - Grafik KomoditasMahakam - Virtual Tour

Kota Samarinda


Kota Samarinda

Kota Samarinda

Lambang Pemerintah Kota Samarinda

Perisai
Menggambarkan masyarakat Samarinda mampu mempertahankan diri dari segala tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan dari dalam maupun dari luar.

Warna Dasar Hijau Tua
Lambang kesuburan dan kemakmuran kota Samarinda.

Tulisan Kota Samarinda Berwarna Hitam
Cermin Kewibawaan dan Keadilan sesuai dengan harapan masyarakat.

Dua Ekor Pesut
Koordinasi dan kerjasama yang dinamis antara eksekutif dan legislatif dalam melaksanakan pembangunan.

Bintang Bersudut Lima
Keagungan, kebesaran, religius dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Jaring Samarinda
Watak dan keperibadian masyarakat Samarinda yang berani dalam membela kebenaran, keadilan, keuletan dan kegigihan.

Butir Padi Sebanyak Dua Puluh Satu
Kemakmuran pangan dan tanggal Hari Jadi Kota Samarinda 21 Januari 1968.

Tujuh Buah Kapas Yang Mekar Putih
Melambangkan tujuh fungsi dan peranan.

Perahu Dengan Warna Kuning
Generasi mendatang menuju masyarakat adil dan makmur.

Jembatan Mahakam
Mempererat Kesatuan dan Persatuan Bangsa.

Tiga Buah Arus Sungai Mahakam
Suasana Kota Samarinda tentram, tertib dan aman.

Papan Bertulis "TEPIAN"
Pusat Industri Kayu dengan semboyan Kota yang Teduh, Rapi, Aman dan Nyaman.

Samarinda Kota TEPIAN

"TEDUH Bermakna memberikan pengayoman kepada setiap warga dalam memenuhi kebutuhan jasmani dan rohani disamping menjadikan Kota Samarinda Hijau.

"RAPI Mengandung makna tertib, indah dan bersih. Warga Kota Samarinda dan aparat pemerintah agar mematuhi peraturan yang berlaku.

"AMAN Bermakna terciptanya situasi dan kondisi dimana setiap warga masyarakat merasa aman lahir dan batin.

"NYAMAN Bermakna terciptanya keadaan dan suasana yang nyaman dan tentram sehingga menggairahkan masyarakat untuk berpatisipasi dalam pembangunan.

Sejarah Singkat Samarinda

Berawal dari kedatangan sekelompok suku Bugis Wajo dari Kerajaan GOWA yang dipimpin oleh La Mohang Daeng Mangkona (bergelar Pua Ado Yang Pertama) yang datang ke Kalimantan Timur mengabdikan diri pada Raja Kutai karena menentang perjanjian Bongaya. Kerajaan Kutai menerima kelompok penentang Belanda ini karena diperlukan untuk membantu Kerajaan Kutai dalam melawan Belanda dan untuk itu mereka diizinkan bermukim di hilir sungai yaitu di Samarinda Seberang yang diperkirakan bermula pada tahun 1668 M. Berdasarkan Perda Kota Samarinda No. 1 Tahun  1988 tanggal 21 Januari 1998, hari jadi Kota Samarinda ditetapkan pada tanggal 21 Januari 1968. Penetapan ini dilaksanakan bertepatan dengan peringatan hari jadi Kota Samarinda ke 320 tahun.

Perekonomian

Perekonomian ditopang oleh industri kecil dan besar, perdagangan, pariwisata, pertambangan, pertanian dan perikanan.

Perkembangan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari tahun mengalami perkembangan signifikan sejak adanya Undang - Undang Otonomi Daerah. 

Kerajinan tangan khas Kalimantan, amplang, gabin, genteng, dan sarung tenun Samarinda merupakan produk khas lokal yang tetap terjaga kelestariannya.

Penduduk Agama & Budaya

Penduduk Kota Samarinda sesuai sensus Agustus 2013 adalah 953.067 jiwa dengan laju pertumbuhan antara 5-7 % pertahun. Penduduknya merupakan percampuran antara suku Bugis, Banjar, Madura, Jawa dan China Keturunan. Agama mayoritas adalah Islam kemudian Kristen, Hindu, Budha dan Konghucu. Kemajemukan ini menjadikan budaya yang berkembang juga beraneka ragam selain kebudayaan lokal yang senantiasa dijaga kelestariannya seperti tari Jepen, seni musik dan lagu tradisional serta pakaian tradisional.


VISI

"Terwujudnya Kota Samarinda Sebagai Kota Metropolitan Berbasis Industri, Perdagangan dan Jasa Yang Maju, Berwawasan Lingkungan dan  Hijau serta Mempunyai Keunggulan Daya Saing Untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat."



MISI
  • Penciptaan dan peningkatan fasilitas dan utilitas umum penunjang sektor industri, perdagangan dan jasa sebagai basis menuju kota metropolis.
  • Penanggulangan masalah banjir secara tuntas dan menyeluruh.
  • Penanggulangan masalah kebakaran secara tuntas dan menyeluruh.
  • Peningkatan kualitas kehidupan dan kesehatan masyarakat.
  • Mengembangkan sektor pendidikan & SDM yang profesional dan religius.
  • Meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan income perkapita.
  • Peningkatan kehidupan beragama, pemuda dan olahraga serta sosial budaya yang lebih dinamis dan kondusif.
  • Pemantapan keuangan daerah dan pembiayaan pembangunan.
  • Peningkatan good governance dan pemerintahan kota yang dinamis.

BERITA TERKINI
Menggunakan Jargas untuk Rumah Tangga menghemat 50% dibanding Tabung LPG

Menggunakan Jargas untuk Rumah Tangga menghemat 50% dibanding Tabung LPG

Jakarta, ESDM RI - Komitmen pemerintah dalam menyediakan energi yang . . .

Maret Deflasi, Pemerintah Jangan Santai

Maret Deflasi, Pemerintah Jangan Santai

JAKARTA KOMPAS.com - Bank Indonesia (BI) mengingatkan pemerintah untuk tetap bekerja menjaga . . .

Kelompok Makanan Sumbang Inflasi

Kelompok Makanan Sumbang Inflasi

SAMARINDA, Koran Kaltim - Sejumlah komoditas pokok di Provinsi Kalimantan . . .

HARGA TERTINGGI
HARGA TERENDAH
Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM Prov. Kalimantan TimurBMKGDinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Kal. TimurPemerintah Kota SamarindaBank IndonesiaBPS Kota Samarinda