Mahakam - Media Harga Komoditas Samarinda
Mahakam - Media Harga Komoditas Samarinda

Jumat, 14 Desember 2018

Mahakam - Daftar SMS MarketMahakam - Tabel HargatMahakam - Grafik KomoditasMahakam - Virtual Tour

Ada Delapan Makanan Berbahaya Ditemukan di Samarinda

by Heriyanto


Posted on 09 Juli 2015


Ada Delapan Makanan Berbahaya Ditemukan di Samarinda

Ada Delapan Makanan Berbahaya Ditemukan di Samarinda

SAMARINDA – Ramadan menjadi bulan memanjakan lidah. Penganan dan minuman dengan berbagai pilihan dengan mudah dijual di tengah masyarakat. Terhadap itu, masyarakat diminta berhati-hati dan jeli dalam memilah dan memilih makanan yang akan dibeli.


Sebab, dari 237 sampel jajanan takjil tersebar di Kaltim-Kaltara yang diuji Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Samarinda, delapan di antaranya dinyatakan positif mengandung bahan berbahaya. Tujuh mengandung rhodamin dan satu boraks.


Jenis makanan tersebut antara lain bakso, sirop, kue lapis, dan bubur. Mirisnya, semua temuan tersebut ditemukan di Samarinda dalam tiga inspeksi mendadak di lapangan. Sejauh ini, Samarinda, Malinau, dan Tarakan sudah dilakukan pengujian sampel. Kutai Barat sedang berlangsung sejak kemarin. Sementara itu, Tenggarong dan Balikpapan dijadwalkan hari ini.

Kepala BBPOM Samarinda Fanani Mahmud mengatakan, sepanjang Ramadan lebih intensif memeriksa makanan. Sementara itu, kegiatan rutin lain, seperti pemeriksaan obat dan kosmetik, intensitasnya dikurangi. Turut dijelaskan Fanani, sejauh ini 129 sarana telah diperiksa. Dari jumlah tersebut, 27 sarana ditemukan penyimpangan.


“Ada makanan rusak, kedaluwarsa, juga belum ada izin edarnya,” terang dia di ruang kerjanya, kemarin (8/7). Tindakan yang diambil BBPOM terhadap itu, tahap awal ini, kata dia, sebatas pembinaan dengan melarang temuan tersebut untuk dijual.


Tak berhenti di situ, barang tersebut kemudian dimusnahkan di hadapan petugas BBPOM. “Dibuat berita acaranya dan kami menyaksikan. Kalau bandel menjual dalam jumlah banyak, (ditindak) dengan proyustisia. Apalagi mencoba menyembunyikan dan tidak ada iktikad baik,” katanya.


Pada umumnya, kata Mahmud, setelah dibina, temuan barang yang tak layak jual dan ilegal tersebut tidak berulang. Kembali ke temuan jajanan takjil, dibanding tahun lalu, tahun ini intensitas kasus berkurang.


“Tahun lalu di atas 10 persen dari jumlah sampel yang diperiksa. Sekarang hanya 3 persen. Mudah-mudahan semakin tahun makin menurun,” ujar mantan kepala BBPOM Batam itu.


Turut dijelaskan, makanan yang disampel berdasar prioritas yang dicurigai mengandung bahan berbahaya. Itu didasarkan pengalaman petugas terhadap makanan tertentu. Misalnya, bakso, kue berwarna merah dan kuning yang mencolok, serta mi. “Kalau ada makanan itu di-sampling,” tuturnya.


BERITA TERKINI
Menggunakan Jargas untuk Rumah Tangga menghemat 50% dibanding Tabung LPG

Menggunakan Jargas untuk Rumah Tangga menghemat 50% dibanding Tabung LPG

Jakarta, ESDM RI - Komitmen pemerintah dalam menyediakan energi yang . . .

Maret Deflasi, Pemerintah Jangan Santai

Maret Deflasi, Pemerintah Jangan Santai

JAKARTA KOMPAS.com - Bank Indonesia (BI) mengingatkan pemerintah untuk tetap bekerja menjaga . . .

Kelompok Makanan Sumbang Inflasi

Kelompok Makanan Sumbang Inflasi

SAMARINDA, Koran Kaltim - Sejumlah komoditas pokok di Provinsi Kalimantan . . .

HARGA TERTINGGI
HARGA TERENDAH
Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM Prov. Kalimantan TimurBMKGDinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Kal. TimurPemerintah Kota SamarindaBank IndonesiaBPS Kota Samarinda